Sunday, August 21, 2016

Gejala, Penyebab, Pencegahan dan Cara Mengobati Diare

Klik Sehat - Diare ialah suatu kondisi yang menyebabkan encernya tinja yang dikeluarkan dengan jumlah buang air besar (BAB) yang lebih banyak dibandingkan dengan biasanya. Pada umumnya, penyakit diare terjadi akibat mengkonsumsi makanan dan minuman yang terinfeksi bakteri, virus, dan parasit. Biasanya diare akan berlanjut beberapa hari, tetapi pada sebagian kejadian penyakit ini akan terjadi hingga berminggu-minggu.

Cara Mengobati Penyakit Diare
Menurut Wikipedia, Diare dalam bahasa Inggris: diarrhea, adalah suatu penyakit di saat BAB atau Buang air besar berubah menjadi lembek atau cair yang biasanya akan terjadi minimal tiga kali dalam sehari. Bahkan di dunia, diare adalah salah satu penyebab kematian paling umum bagi kematian balita, dan juga merupakan penyebab kematian lebih dari 2,6 juta orang setiap tahunnya.

Gejala diare pada umumnya berbeda-beda, ada yang mengalami sakit perut sebentar dengan BAB yang tidak terlalu encer hingga ada juga yang menyebabkan kram perut dengan BAB yang sangat encer. Tetapi gejala lainnya yang dapat timbul antara lain pegal pada punggung, dan perut sering berbunyi. Biasanya diare yang terjadi sangat lama akan membuat penderita sering merasa ingin buang air besar.
Berikut Beberapa gejala diare yang lainnya :
- Hilang nafsu makan
- Sakit kepala
- Mual
- Muntah

Diare biasanya bisa sehat sendiri dalam waktu 2 sampai 4 hari. Tetapi kamu dianjurkan untuk segera memeriksanya ke dokter apabila diare ini sudah berlanjut beberapa minggu atau jika diare ini sudah sampai mengganggu tidur kamu. Selain itu, kunjungi dokter jika Kamu mengalami diare dengan gejala muntah-muntah, darah pada BAB atau pendarahan di dalam anus, mencret parah yang akan membuat Kamu  dehidrasi, penurunan berat badan, atau jika Kamu mengalami diare sesudah mengkonsumsi antibiotik dan menjalani perawatan di rumah sakit.

Diare pada anak-anak umumnya berlangsung sekitar 5 hari sampai 1 minggu. Jika diare lebih dari waktu tersebut atau diare anak-anak disertai muntah, ada darah pada BAB, dan mencret parah, segera periksa ke dokter. Pemeriksaan dokter sangat perlu segera dilakukan apabila anak-anak (terutama bayi) kamu BAB 6 kali atau lebih dalam sehari.
Diare merupakan penyakit yang bukan datang dengan sendirinya. Pasalnya, diare akan terjadi karena ada pemicunya. Secara umum, beberapa penyebab diare, yaitu:
  1. Terinfeksi oleh bakteri, virus atau parasit.
  2. Alergi dengan makanan atau obat tertentu.
  3. Infeksi oleh bakteri atau virus yang membawa penyakit lain seperti: Campak, Infeksi telinga, Infeksi tenggorokan, Malaria, dll.
  4. Pemanis buatan
Berdasarkan metaanalisis didunia, setiap anak minimal akan mengalami diare 1 kali setiap tahun. Dari setiap 5 Kamu anak yang datang karena penyakit  diare, satu di antaranya adalah akibat dari  rotavirus. Kemudian, dari 60 anak yang sudah dirawat di rumah sakit akibat penyakit diare 1 di antaranya juga terjadi karena rotavirus.
Di Indonesia, sebagian besar diare pada bayi dan anak terjadi karena infeksi rotavirus. Bakteri dan parasit juga dapat menimbulkan penyakit diare. Organisme ini mengganggu proses penyerapan makanan pada usus halus. Dampaknya makanan tidak mudah dicerna kemudian makanan masuk ke usus besar.
Makanan yang tidak tercerna dan tidak diserap usus akan membawa air dari dinding usus. Di sisi lain, pada kejadian ini proses transit di usus akan menjadi sangat singkat sehingga air tidak akan diserap oleh usus besar. Hal inilah yang akan menyebabkan buang air besar berair pada penyakit diare.

Biasanya untuk mengetahui apakah seorang merasakan diare dan faktor yang menyebabkannya, dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan kepada kamu, contohnya seberapa sering kamu mengalami penyakit diare, seperti apa bentu buang air besar yang kamu dikeluarkan, apakah diare juga terjadi dengan gejala demamapakah kamu suka makan di tempat yang tidak bersih, dan apakah kamu pernah melakukan hubungan dengan penderita diare.
Selain itu, dokter biasanya juga menanyakan apakah kamu sedang mengkonsumsi suatu obat (diare biasanya juga terjadi karena efek samping obat), berapa banyak kopi atau minuman beralkohol yang biasa kamu konsumsi setiap hari, atau apakah saat ini kamu sering gelisah dan mengalami stres.
Pemeriksaan lebih lanjut biasanya akan dilakukan apabila jawaban yang kamu berikan belum cukup untuk membantu dokter dalam mencari kesimpulan. Beberapa cara pemeriksaan untuk penyakit diare biasanya adalah tes darah, analisis contoh buang air besar, dan pemeriksaan rektum.
Jika Kamu berusia di atas 50 tahun atau penyebab penyakit ini belum diketahui, dokter mungkin akan menyuruh Kamu untuk melakukan pemeriksaan colok dubur. Lewat pemeriksaan ini, dokter akan memriksa apakah diare terjadi disebabkan oleh adanya kelainan di dalam lubang dubur atau saluran usus besar. Pemeriksaan colok dubur dilakukan dokter dengan cara memasukkan jari yang telah dilindungi sarung tangan ke dalam lubang dubur.
Berikut ini adalah cara mengobati diare antara lain:
  1.  Selalu menjaga hidrasi dengan elektrolit yang seimbang. Ini adalah sesuatu cara yang paling sesuai di kebanyakan kasus penyakit diare, bahkan disentri. Jika kamu mengkonsumsi air yang banyak tidak diseimbangi dengan elektrolit yang dapat dimakan dapat mengakibatkan ketidakseimbangan elektrolit yang akan menjadi berbahaya dan dalam beberapa kejadian yang langka dapat berakibat buruk (keracunan air).
  2. Cobalah makan lebih sering dengan porsi yang lebih sedikit, teratur, dan jangan makan atau minum terlalu cepat.
  3. Cairan intravenous: kadangkala, terutama pada anak-anak, dehidrasi dapat mengancam jiwa dan cairan intravenous yang mungkin dibutuhkan.
  4. Terapi rehidrasi oral: Meminum solusi gula/garam, yang dapat diserap oleh tubuh.
  5. Menjaga kebersihan dan isolasi: Kebersihan tubuh merupakan faktor utama dalam membatasi penyebaran penyakit.
Meskipun penyebab diare itu tidak selalu sama, tetapi kamu dapat mencegahnya melalui langkah-langkah sebagai berikut. 

  1. Cuci tangan lebih sering.
  2. Gunakan sabun untuk mencuci tangan selama 20 detik.
  3. Gunakan pembersih tangan saat tidak ada air dan sabun.
  4. Mudahkan akses ke air minum yang bersih dan aman;
  5. Sediakan sanitasi air yang baik;
  6. Pada bayi, terapkan ASI eksklusif selama enam bulan;
  7. Kebersihan pribadi yang baik dan mengonsumsi hanya makanan yang bersih;
  8. Vaksinasi rotavirus. Dengan memahami seluk beluk penyakit diare, Admin berharap kamu dapat lebih terarah harus bagaimana bertindak dalam hal pencegahan dan mencari pertolongan yang tepat apabila ada yang mengalami penyakit ini.
  9. Selalu pakai alas kaki, terutama jika berada di tempat yang becek atau terdapat genangan air hujan, untuk mencegah masuknya kuman melalui kulit.
  10. Jaga kebersihan diri dengan cara mencuci tangan dengan sabun hingga bersih setiap sebelum dan sesudah mengolah makanan, sebelum makan, setelah bepergian, dan setelah dari toilet.
  11. Jaga kebersihan lingkungan, baik di dalam maupun di sekitar rumah Anda, dengan membuang sampah pada tempatnya, dan membersihkan selokan yang tersumbat oleh sampah, dan sebagainya.
  12. Sebaiknya tidak memotong maupun mengolah bahan makanan makanan yang mentah dengan yang matang dengan alat masak yang sama, untuk mencegah kontaminasi silang.
  13. Selalu cuci sayuran dan buah sebelum dikonsumsi.
  14. Masak makanan hingga matang, terutama bahan makanan seperti daging, ayam, ikan maupun telur, minimal hingga suhu 70 derajat Celcius.
  15. Sebaiknya simpan makanan matang yang tidak habis dimakan dalam lemari es dan panaskan kembali terlebih dahulu jika ingin dikonsumsi kembali.
  16. Selalu mengkonsumsi air minum dan air untuk memasak dalam kondisi matang atau sudah dimasak hingga mendidih, agar bakteri yang terdapat dalam air tersebut mati.
  17. Konsumsilah makanan dengan nutrisi yang cukup, terutama protein, vitamin, mineral, dan air untuk menjaga daya tahan tubuh tetap kuat sehingga terlindungi dari infeksi kuman penyakit.
  18. Olahragalah dengan teratur untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh.
Nah, demikianlah artikel kesehatan yang berjudul Gejala, Penyebab, Pencegahan dan Cara Mengobati Diare, semoga bermanfaat dan bisa Kamu jadikan referensi untuk hidup secara sehat.

Gejala, Penyebab, Pencegahan dan Cara Mengobati Diare Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Nurul Hamdi